Tuesday, 19 February 2013

Puluhan Hektare Sawah di Langkat Diserang Hama

Seluas 80,8 hektare tanaman padi sawah di lahan irigasi dan tadah hujan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diserang hama blas, tikus, dan kresek.

"Serangan hama tersebut sudah dapat diatasi dengan memberikan bantuan obat-obatan kepada petani," kata Kordinator Pengendali Hama Tanaman Dinas Pertanian Langkat Miswandi di Stabat, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa 80,8 hektare tanaman padi yang terserang hama itu merupakan bagian dari sisa pertanaman padi pada tahun 2012 seluas 25.079 hektare yang berada di sejumlah kecamatan.

Yang terluas adalah serangan hama blas mencapai 47,4 hektare, dan seluas 29 hektare di antaranya sudah dapat diatasi, sedangkan sisanya seluas 18,4 hektare masih terus diupayakan.

Adapun luas serangan tikus sekitar 12,5 hektare tanaman padi yang berada di tiga kecamatan, yaitu Gebang seluas 2 hektare, Pangkalan Susu seluas 8,5 hektare, dan Babalan seluas 2 hektare.

Kemudian, lanjut dia, hama kresek juga menyerang tanaman padi petani seluas 8,4 hektare, di Kecamatan Binjai, Secanggang, dan Kecamatan Gebang.

"Kami sudah lakukan upaya penyembuhan tanaman itu di lapangan dengan mempergunakan berbagai obat yang telah kami berikan langsung kepada petani," kata Miswandi.

Diharapkan melalui pengendalian yang dilakukan di lapangan masih ada yang terselamatkan dari kerusakan tanaman akibat hama tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Hermanto menjelaskan bahwa hama lainnya yang mengganggu tanaman padi petani tersebut, antara lain, siput murbei, hama putih palsu, penggerek batang, dan wakang sangit.

Ia lantas memaparkan luas tanaman padi yang terserang hama itu, yakni hama putih palsu seluas 6 hektare, 4 hektare di antaranya berada di Kecamatan Salapia.

Khusus hama siput murbei, serangannya hanya terjadi di Kecamatan Selesai seluas 1,5 hektare, penggerek batang seluas 3 hektare, dan walang sangit seluas 2 hektare di Kecamatan Batang Serangan. (ant/as)

No comments:

Post a Comment