Thursday, 21 February 2013

Sukses Kembangkan Cendana, Gubernur NTT Dapat Penghargaan Internasional

Enviroment On Line (ENO), sebuah lembaga internasional yang bergerak di bidang lingkungan hidup bermarkas di Swedia memberikan penghargaan kepada Gubernur nusa tenggara timur Frans Lebu Raya karena komitmennya mengembangkan cendana sebagai tanaman langka di Indonesia.

"Penghargaan kepada satu-satunya gubernur di Indonesia ini lebih pada pertimbangan karena komitmen untuk mengembangkan dan melestarikan tanaman langka di Indonesia," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTT Benediktus Polo Main, di Kupang, Jumat.

Menurut dia, penghargaan internasional itu diberikan juga kepada lima bupati di Indonesia karena memiliki komitmen yang sama untuk mengembangkan lingkungan hidup yang diserahkan di Palembang belum lama ini.

Ia mengatakan, penghargaan lembaga internasional ini menunjukkan bahwa kebijakan gubernur ntt Frans Lebu Raya untuk mengembalikan harumnya cendana di bumi Flobamora, sebutan untuk Flolres, Sumba dan Timur mendapat apresiasi dunia internasional.

Ia mengakui, sebagai seorang politikus, tekad mengembangkan dan melestarikan cendana tidak populis karena program ini membutuhkan waktu yang lama.

"Walaupun secara politik, tekad mengembalikan NTT sebagai provinsi cendana tidak populis di mata para pengamat ataupun politisi dalam memontum politik karena tekad ini tidak bisa diukur dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun saja," katanya.

Menurut dia untuk bisa melihat hasil dari tekad pengembangan cendana ini kata dia, membutuhkan waktu 30-40 tahun.

"Hasil dari tekad gubernur ntt untuk menjadikan NTT sebagai provinsi cendana tidak bisa diukur dalam lima tahun kepemimpinannya. Butuh waktu 30-40 tahun baru bisa melihat hasilnya," katanya.

Artinya, masyarakat mestinya memberikan apresiasi karena keberanian gubernur ntt Frans Lebu Raya sebagai seorang politisi untuk menjadikan pengembangan cendana sebagai salah satu tekad dalam kepemimpinan lima tahun ini, katanya.

Ia mengatakan, tekad ini telah menggerakkan semua elemen masyarakat daerah ini untuk mulai mengembangkan cendana di seluruh NTT.

Ia juga mengemukakan pihaknya tidak memuji gubernur tetapi kalau tidak ada pemimpin yang berani menelorkan program untuk mengembalikan keharuman cendana, karena takut dipolitisir maka cepat atau lambat, cendana akan punah karena masyarakat sudah tidak lagi berminat menanam tanaman langka ini.

"Anda bisa lihat dan saksikan sendiri bagaimana kelompok atau lembaga-lembaga yang mensponsori penanaman cendana di mana-mana," katanya.

Artinya karena tekad itu kemudian membangun kesadaran kembali masyarakat terhadap pentingnya mengembangkan cendana.

"Membangun kesadaran inilah yang paling penting sehingga gubernur diberikan penghargaan internasional, walaupun secara politik terus dikritik karena dinilai gagal menjadikan NTT sebagai provinsi cendana," kata Benediktus .

Karena itu, ia berharap, niat baik gubernur ntt Frans Lebu Raya yang adalah mantan aktivitas LSM itu untuk mengembalikan daerah ini sebagai penghasil cendana tidak dipolitisir dalam momentum Pemilu Gubernur yang akan dilaksanakan pada 18 Maret 2013. (ant/as)

No comments:

Post a Comment