Tuesday, 26 February 2013

50 Persen Beras Sukabumi Dipasok Dari Luar

Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, mencatat 50 persen pasokan beras berasal dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kebutuhan beras warga Kota Sukabumi setiap bulannya mencapai 2.500 ton, namun produksi beras hanya mampu memasok kebutuhan masyarakat sekitar 50 persen saja, sehingga sisanya dipasok dari luar daerah seperti Kabupaten Sukabumi," kata Kepala DPPKP Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi kepada wartawan, Selasa.

Menurut dia, harus dipasoknya beras dari luar daerah karena lahan pertanian di Kota Sukabumi hanya tinggal 38 persen saja atau sekitar 1.751 hektare yang disebabkan oleh setiap tahunnya lahan pertanian yang ada beralih fungsi.

Lebih lanjut, untuk awal masa tanam di tahun ini juga ada kendala seperti di bawah 20 persen lahan pertanian yang ditanam padi serang hama wereng karena pengaruh cuaca buruk, walaupun belum ada laporan yang menyebutkan adanya gagal panen atau puso.

"Walaupun pasokan beras yang dihasilkan dari lahan pertanian di Kota Sukabumi hanya 50 persen saja, tetapi tidak pernah kekurangan karena cadangan beras untuk kebutuhan warga selalu tersedia," tambahnya.

Di sisi lain, karena cuaca buruk yang tidak kunjung berhenti harga beras saat ini cukup tinggi, yakni berkisar Rp7.900/kg sampai Rp8.200/kg. Namun, tingginya harga beras ini tidak mempengaruhi pasokan dan persediaan beras pun masih mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.

Selain itu, pihaknya juga belum berencana akan melakukan operasi pasar murah karena tingginya harga beras tersebut. OP bisa dilakukan jika persediaan beras sudah tidak mampu mencukupi permintaan pasar.

Tingginya harga beras juga terbantu oleh adanya beras rakyat miskin (raskin) yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat yang kualitasnya tidak kalah dengan beras-beras yang dijual dipasaran, hanya saja beras tersebut khusus untuk warga yang berekonomi lemah.

"Warga tidak perlu khawatir terhadap persediaan beras dan kami pun berupaya agar harga beras di pasaran bisa kembali normal," kata Kardina.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment