Thursday, 21 February 2013

Tiga Bandara Dibangun di Kawasan Perbatasan

Pengembangan tiga bandar udara di kawasan perbatasan negara antara Indonesia dan Malaysia bagian timur dipastikan tuntas 2013 guna mempercepat pertumbuhan ekonomi warga, kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim H Zairin Zain.

Di antara tiga bandara yang dikembangkan tersebut perkirakan paling cepat pekerjaannya adalah Bandara Long Bawan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, karena pekerjaan yang dilakukan TNI AD hampir tidak ada masalah serius, kata Zairin di Samarinda, Kamis.

Sementara itu, penyelesaian bandara yang diperkirakan paling lambat adalah di Bandara Datah Dawai di Kabupaten Kutai Barat, karena untuk mengangkut peralatan ke lokasi itu harus membongkar eskavator, sehingga harus diangkut dengan menggunakan helikopter milik TNI.

"Transportasi menggunakan helikopter menjadi pilihan terakhir karena akses menuju lokasi itu tidak ada pilihan lain, yakni tidak bisa dilalui dengan jalan darat maupun jalur sungai," katanya.

Pengembangan tiga bandara tersebut menggunakan anggaran dari APBD Provinsi Kaltim dengan sistem tahun jamak mulai 2012 hingga 2013 yang pekerjannya kerja sama dengan TNI AD dengan sistem swakelola. Total anggaran yang digunakan untuk ketiganya mencapai Rp400 miliar.

Dana tersebut untuk pengembangan landasan pacu dari yang sebelumnya sepanjang 750 meter kali 23 meter, kini diperpanjang menjadi 1.600 meter kali 30 meter sehingga ke depan paling tidak akan dapat didarati pesawat jenis Hercules, sehingga perkembangan ekonomi di tiga kawasan itu akan dapat tumbuh lebih baik dari saat ini.

Dari dana sebesar Rp400 miliar itu, Rp120 miliar di antaranya dialokasikan untuk pengembangan Bandara Long Bawan, sedang Bandara Long Ampung di Kabupaten Malinau sebesar Rp130 miliar, dan untuk Bandara Datah Dawai, Kutai Barat, dialokasikan Rp150 miliar.

Masing-masing bandara akan diperpanjang landasannya menjadi 1.600 meter. Sementara kondisi sebelumnya di tiga bandara tersebut, untuk Bandara Long Bawan memiliki panjang landasan pacu (run way) 900 meter dengan lebar 23 meter yang menggunakan konstruksi aspal kolakan.

Kemudian Bandara Long Ampung dengan panjang 900 meter dan lebar 23 meter dengan konstruksi aspal kolakan. Selanjutnya Bandara Datah Dawai dengan panjang 750 meter dan lebar 23 meter kondisi fisik aspal kolakan. (bn/ant)

No comments:

Post a Comment