Tuesday, 19 February 2013

40 Ton Ikan Beku Hangus

Sedikitnya 40 ton ikan beku hangus akibat peristiwa kebakaran di ruang pembekuan (cold storage) pabrik ikan kemasan PT bali maya permai di Kabupaten Jembrana, Bali, Senin (18/2) malam.

"Dalam ruang cold storage itu tersimpan 54 ton ikan kaleng impor dari India, kami perkirakan 40 ton di antaranya hangus terbakar," kata Kepala Personalia Dan Umum PT BMP, Putu Wibisono, di Negara, Kabupaten Jembrana, Selasa Meskipun sebagian besar ikan tersebut hangus terbakar, Putut mengatakan, pabrik di Desa Tegalbadeng Barat tersebut tetap berproduksi dengan menggunakan ikan yang masih tersimpan dalam kontainer sebanyak 27 ton.

"Ikan yang berada dalam cold storage juga kami pilah, mana yang masih bisa digunakan untuk kalengan. Sementara yang rusak akan kami jadikan tepung ikan," ujarnya.

Nilai kerugian dari peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp400 juta, belum termasuk peralatan yang juga rusak.

Putut mengungkapkan, terbakarnya ruang cold storage ini pertama kali diketahui oleh karyawan bernama Wawan Hariono saat hendak menyimpan ikan.

Saat masuk ke gedung cold storage, karyawan ini melihat asap keluar dari pojok ruangan. "Gedung ini terbagi menjadi empat ruang pembekuan, karyawan itu membuka pintu ruang 1 dan 2, dan tidak ada asap. Tapi saat membuka ruang nomor 3, asap tebal langsung keluar," kata Putut.

Awalnya tidak diketahui adanya titik api atau bara yang terlihat, hanya asap terus mengepul.

Ia memperkirakan, asap tersebut berasal dari kardus yang digunakan untuk membungkus ikan di ruangan tersebut.

"Sama kalau membakar sampah basah, pasti tidak ada api hanya asapnya saja yang tebal. Kardus beserta ikan di dalam cold storagejuga basah," ujar Putut.

Kebakaran yang menimpa gedung cold storage PT BMP, Senin malam, sempat membuat petugas pemadam kebakaran Pemkab Jembrana kesulitan karena di dalam gedung hanya dipenuhi asap tebal tanpa terlihat titik api.

Kondisi gedung yang gelap karena aliran listrik dimatikan serta asap tebal, membuat petugas tidak bisa terlalu lama di dalam gedung karena khawatir keracunan asap.

Pemadam kebakaran yang datang ke lokasi sekitar pukul 20.45 Wita, baru bisa menyemprotkan air sekitar pukul 22.30 wita setelah menjebol atap gedung tersebut dengan dibantu karyawan pabrik.

Untuk mengantisipasi munculnya api yang bisa merembet ke ruangan lain, karyawan pabrik pengalengan ikan ini mengeluarkan dokumen dari ruang arsip dan bahan-bahan yang mudah terbakar dari ruang laboratorium yang letaknya bergandengan dengan gedung cold storage.

Setelah bekerja keras menyemprotkan air dari atap, sekitar pukul 00.30 wita, petugas pemadam kebakaran meninggalkan lokasi.

Kebakaran salah satu pabrik pengalengan ikan di Kabupaten Jembrana itu juga menyita perhatian ratusan warga yang berduyun-duyun di luar pintu gerbang pabrik.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui penyebab kebakaran, dan pihak kepolisian masih melakukan olah TKP serta penyelidikan.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment