Thursday, 21 February 2013

80 Program Masuk Bappenas Untuk Pulihkan Citarum

badan perencanaan pembangunan nasional mengidentifikasi 80 lebih jenis program telah masuk untuk penyelamatan dan pemulihan sungai citarum.


"Hingga kini telah teridentifikai lebih dari 80 jenis program untuk penyelamatan Sungai Citarum yang akan dilaksanakan secara bertahap dalam 15 tahun ke depan," kata Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas M Donny Azdan di sela-sela diskusi dan pameran foto Aliran Sungai Citarum di Kampus ITB Bandung, Kamis.


Donny yang juga Ketua Sekretariat Roadmap Coordination Managemen Unit (RCMU) menyebutkan 80 jenis program itu diperkirakan membutuhkan biaya senilai Rp35 triliun yang berasal dari berbagai sumber pembiayaanbaik anggaran pemerintah, kontribusi swasta dan masyarakat juga bantuan dari lembaga keuangan internasional.


Ia menyebutkan, pemerintah mengembangkan Citarum Roadmap yakni rencana strategis berisi hasil identifikasi program utama untuk meningkatkan sistem pengelolaan sumber daya air dan memulihkan kondii di sepanjang aliran Sungai Citarum.


Program itu digulirkan melalui pendekatan komprehensif, multi sektor dan terpadu untuk memahami serta mencari alternatif penyelesaian masalah kompleks seputar air dan lahanm di wilayah DAS Citarum.


"Pelaksanaannya dilakukan melalui program pengelolaan sumber daya air terpadu di dalam perancangan strategis Citarum Roadmap atau ICWRMIP," katanya.


Koordinasi Citarum Roadmap dilakukan melalui Direktorat Pengairan dan irigasi Bappenas melalui Coordination Management Unit (Bappenas). Sedangkan pelaksanaan ICWRMIP tahap pertama (2009-2014 dikoordinasikan melalui Dirjen SDA Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).


"Tahap pertama ini penanganan Citarum dialokasikan anggaran sebesar Rp1,2 triliun, untuk normalisasi aliran sungai dan juga DAS. Selain itu juga mengubah paradigma masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan Sungai Citarum," katanya.


Penyelamatan Sungai Citarum, kata Donny merupakan fokus utama karena aliran sungai terpanjang di Jawa Barat itu menghidupi 27 juta penduduk di Jawa Barat dan Jakarta.


Sejauh ini paradigma masyarakat masih memerlukan upaya keras untuk bisa mendukung program penyelamatan Citarum, namun hal itu harus terus dilakukan. Ia mencontohkan budaya masyarakat untuk tidak membuah sampah ke sungai, atau pengolahan limbah industri secara maksimal.


"Sungai harus diselamatkan, di banyak negara sudah berhasil menyelamatkan kondisi sungai. Kenapa kita tidak bisa, terlebih sungai itu menghidupi puluhan juta penduduk," katanya.


Ia mencontohkan, Korea Selatan melakukan normalisasi dan pemulihan kondisi sejumlah aliran sungai di sana. Upaya yang mereka lakukan berhasil meski harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp120 triliun untuk satu aliran sungai di sana.


"Dengan merubah dan mengarahkan paradigma masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan sungai, sebenarnya bisa dilakukan dengan anggaran yang lebih kecil. Namun bagaimanapun perlu ada gerakan dan kesadaran bersama untuk penyelamatan Sungai Citarum ini," kata Donny.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment