Thursday, 21 February 2013

SMA Gratis Bekasi Tersendat Pencairan Dana Operasional

Program sekolah bebas biaya tingkat SMA negeri di Kota Bekasi, Jawa Barat, tersendat akibat proses pencairan dana operasional senilai Rp55 miliar dari APBD 2013 tak kunjung cair.

"Sebenarnya, program SBB ini berlaku per Januari 2013. Namun hingga saat ini biaya pendidikan masih dibebankan ke orang tua siswa karena dana operasionalnya belum cair," ujar Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi, di Bekasi, Kamis.

Menurut Ali, aturan SBB telah disepakati bersama antara Pemkot Bekasi dengan DPRD setempat melalui pemberian subsidi Rp170 ribu persiswa setiap bulan.

"Subsidi diberikan kepada 21.979 siswa di 18 SMA Negeri, dan 6.766 siswa di 11 SMK Negeri," katanya.

Menurut Ali, Disdik Kota Bekasi telah mengantisipasi keterlambatan penerapan program itu dengan mengganti uang SPP yang terlanjut dibayarkan orang tua siswa ke sekolah saat pencairan dana operasional terealisasi.

"Kami belum tahu kapan dana operasional itu akan cair karena masih dalam proses penanganan di pemerintah pusat dan provinsi," katanya.

Ali merinci, sebelum pemberian subsidi dari Pemkot Bekasi, biaya penyelenggaraan pendidikan di tingkat SMA/SMK telah diperoleh dari Rintisan Biaya Operasional Siswa (RBOS) pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Barat.

Untuk tahun ini nilainya sebesar Rp 1 juta per siswa per tahun dari pemerintah pusat dan Rp200 ribu per siswa per tahun dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Nilai subsidi dari pemerintah pusat dan Jabar tahun lalu tak sebesar itu, sehingga sekolah menarik iuran Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) dari orang tua yang besarnya berkisar Rp 200 ribu sampai Rp250 ribu," katanya.

Namun karena total biaya standar penyelenggaraan pendidikan senilai Rp270 ribu per siswa per tahun, kata dia, kini beban itu telah terpenuhi dengan tambahan subsidi dari Pemkot Bekasi sebesar Rp170 ribu per siswa setiap bulan.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment