Tuesday, 26 February 2013

Bantul Cegah Penyebaran Flu Burung

Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, melakukan penyemprotan disinfektan pada peternakan unggas di Baros, Desa Tirtohargo guna mencegah penyebaran virus flu burung.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Bantul Agus Riyatmadi di Bantul, Selasa, mengatakan penyemprotan disinfektan itu guna menindaklanjuti laporan adanya 435 unggas di Dusun Baros yang mati mendadak pada Senin (25/2).

"Hasil rapites di laboratorim kematian unggas positif flu burung, sehingga kami lakukan penyemprotan disinfektan pada kandang dan peralatan seperti tempat makan dan tempat minum serta ternak guna mencegah penyebaran virus flu burung," katanya.

Menurut dia, kematian ratusan unggas akibat flu burung itu dari populasi 1.470 unggas milik kelompok. Unggas yang tersisa sekitar 1.000 ekor lebih harus mendapat penanganan yang lebih intensif.

"Penyemprotan disinfektan akan dilakukan rutin setiap hari selama dua minggu ke depan, tadi tim dokter sudah mengirimkan empat liter disinfeksi," katanya.

Meskipun hasil penelitian di laboratorium terhadap matinya unggas di Dusun Baros menunjukkan gejala positif flu burung, pihaknya tetap mengirimkan sampel ke Balai Besar Veteriner Yogyakarta.

Menurut dia, pancaroba seperti saat ini waktu yang rawan terhadap penyebaran penyakit flu burung.

Pihaknya mengimbau peternak unggas rajin menjaga kebersihan lingkungan terutama kandang.

"Selain itu agar mengarantina unggas yang baru dibeli ke dalam kandang terpisah selama dua minggu, karena peredaran unggas yang pesat sangat rawan penyebaran virus itu," katanya.

Pihaknya menyediakan disinfektan yang bisa diambil masyarakat secara gratis, sedangkan temuan kematian unggas secara mendadak dan mencurigakan, segera laporkan kepada dinas untuk segera ditindaklanjuti.

"Gejalanya, sebelum mati, kepala unggas berputar-putar seperti pusing atau kesakitan. Jika menjumpai segera lapor, karena kami memiliki tim gerak cepat dengan tujuh dokter yang siap menindaklanjuti," katanya.

Guna mencegah penyebaran flu burung secara keseluruhan, pihaknya juga melakukan penyemprotan secara rutin dua kali di pasar unggas di seluruh Bantul.

"Sasaran penyemprotan disinfektan bisa ke kandang, alat transportasi, keranjang sekaligus tempat yang mendapat kontak langsung dengan unggas, juga membagikan disinfektan ke para pedagang," katanya.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment