Tuesday, 26 February 2013

Gubernur Ajak Penyuluh Pengaruhi Petani Tanam Serentak

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengajak tenaga harian lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) sebagai ujung tombak di lapangan dapat mempengaruhi para petani menanam tanaman padi secara serentak.

"Jika petani menanam secara serentak dampaknya sangat bagus bagi produksi pangan di wilayah Jateng," kata Gubernur Jateng disela acara Penyerahan SK Kontrak Kerja THL-TBP se-Bakorwil II Jateng di Desa Jembungan, Boyolali, Senin.

Acara penyerahan SK kontrak kerja dan pembinaan kepada 1.182 tanaga penyuluh se-Bakorwil II Jateng, yang terdiri dari Boyolali sebanyak 86 orang, Karanganyar (79), Klaten (131), Sragen (93), Sukoharjo (60), Wonogiri (100), Surakarta (enam), Kebumen (118), Magelang (166), Temanggung (119), dan Wonosobo (99).

Gubernur menjelaskan, jika para tenaga penyuluh mampu pendekatan dengan para petani untuk dapat melakukan tanam serentak, maka tanaman padi jauh dari serangan hama dan produksi maupun hasil panen bisa bersamaan.

"Petani setelah menanam padi kemudian diselingi dengan tanaman palawija untuk menekan perkembangbiakan hama. Hal ini, produksi padi akan melimpah dan ketahanan pangan Jateng semakin kuat," tuturnya.

Namun, Gubernur juga mengingatkan kepada tenaga penyuluh yang mumpuni dan jangan sampai kendor dengan menguasahi tehnik lapangan untuk membimbing para petani.

Menurut Gubernur, tenaga penyuluh harus menjadi contoh yang baik bagi petani, misalnya tehnik pola tanam sangat penting dan menanam secara serentak harus dilakukan. Sehingga, hal itu menekan terjadi serangan hama dan produksi pangan akan meningkat.

Selain pola tanam dan tanamn serentak, kata Bibit, irigasi harus diperbaiki dan sekarang terus dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum, memilih bibit unggul dan pupuk berimbang yang bagus.

Gubernur menjelaskan, Jateng dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,2 hingga 6,3 persen tersebut, maka daerah ini indikasinya ketahanan pangan tertinggi di Indonesia. Jateng hingga akhir 2012 produksi beras mencapai sekitar 3,1 juta ton.

Oleh karena itu, Jateng salah satu provinsi yang ditunjuk pemerintah sebagai swambada beras termasuk Jatim, Jabar, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara yang harus dapat memenuhi produksi sebanyak 10 juta ton hingga 2014.

Namun, Jateng sudah memenuhi target itu," ucapnya.

Kendati demikian, Gubernur juga melihat keberhasilan Jateng sebagai daerah swasembada beras salah satunya kerja keras petugas penyuluh di lapangan.

"Kami juga memikirkan kesejahteraan para tenaga penyuluh dengan mengusulkan ke Presiden," ujarnya.

Karena, petugas penyuluh merupakan tanggung jawab pusat. Soal pengangkatan menjadi pegawai tetap, petugas penyuluh merupakan urusan pusat, sehingga Gubernur hanya bisa membantu dengan cara pengusulkan ke pemerintah pusat.

"Saya jadi Gubernur bukan mencari kaya, tetapi demi kesejahteraan rakyat," kata Gubernur Bibit Waluyo.

Acara Acara penyerahan SK kontrak kerja dan pembinaan THL-TBPP se-Bakorwil II Jateng itu, juga dihadiri Wakil Bupati Boyolali Agus Purmanto.

Menurut Wakil Bupati, tenaga penyuluh sebagai salah satu ujung tombak produksi pangan, sehingga pemerintah juga memikirkan kesejahteraan mereka.

"Jika kesejahteraan tenaga penyuluh terjamin, maka mereka dalam bekerja akan lebih sungguh-sungguh. Sehingga, produksi pangan di Jateng akan lebih maksimal," kata Agus Purmanto.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment