Tuesday, 26 February 2013

Keturunan Para Raja di Aceh Bentuk Forum

Keturunan para raja di Aceh membentuk forum komunikasi sebagai wadah memperkuat silaturahim dalam upaya melestarikan kebudayaan.

Forum terbentuk setelah para keturunan para raja menggelar pertemuan di Dinas Pariwisata Provinsi Aceh di Banda Aceh, Selasa.

Dalam forum tersebut dihadiri sembilan keturunan raja yang bernaung di bawah Kesultanan Aceh pada masa lalu.

Sembilan kerajaan tersebut yakni Kerajaan Nagan, Meureudom Daya, Linge, Aceh, Trumon, dan Kerajaan Tamiang.

"Forum ini merupakan wadah keturunan raja-raja Aceh untuk melestarikan kebudayaan. Forum ini tidak terkait dengan politik atau apa pun selain kebudayaan," kata Marzuki, keturunan raja Nagan.

Marzuki yang dikenal dengan panggilan Apon Nagan mengatakan pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan yang digelar keturunan para raja di Aceh beberapa waktu lalu.

Selain sebagai wadah, kata dia, forum juga akan mendorong digelarnya agenda-agenda budaya di tempat masing-masing. Pagelaran tersebut sebagai upaya melestarikan adat istiadat yang dimiliki kerajaan-kerajaan Aceh yang pernah berjaya di masa lalu.

Seperti, kata dia, perhelatan adat "seumuleung". Perhelatan budaya ini digelar setiap hari raya Idul Adha di Kerajaan Meureudom Daya di kawasan Lamno Aceh Jaya.

Kemudian, lanjut dia, peringatan haul Sultan Iskandar Muda. Peringatan hari wafatnya sultan yang memimpin Kesultanan Aceh sejak 1607 sampai 1636 Masehi ini diperingati setiap 27 Desember dan digelar setiap tahun.

"Ini juga sebagai upaya kami menggali dan memperkenalkan sejarah masa lalu kepada generasi sekarang. Kalau tidak dilakukan, sejarah dan kebudayaan masa lalu akan tergerus," kata Apon Nagan. (ant/as)

No comments:

Post a Comment