Thursday, 21 February 2013

Awasi Perdagangan Sapi

DPRD Pamekasan, Madura, meminta pemkab setempat proaktif mengawasi perdagangan sapi di berbagai pasar hewan di wilayah itu menyusul banyaknya transaksi jual beli yang dinilai tidak sehat, yakni memberi minum hewan secara berlebihan.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Kalam, Kamis mengatakan praktik jual beli sapi tak sehat sebenarnya sudah lama terjadi sehingga pemkab harus turun tangan untuk melakukan pengawasan secara langsung ke lapangan.

"Jika masalah ini tetap dibiarkan, maka akan banyak petani di Pamekasan nantinya yang akan menjadi korban," katanya.

Politikus dari Partai Demokrat ini lebih lanjut menjelaskan, pihaknya pernah menyaksikan secara langsung, ada masyarakat yang memberi minum sapi dengan air bahkan air keruh saat hendak dijual.

"Saya pernah melihat secara langsung praktik itu di daerah Bugih. Jadi sapi itu diminumi air hingga perutnya kembung, sehingga saat hendak dijual terlihat gemuk," tuturnya.

Yang sangat mengerikan, terkadang air yang dimininumkan bercampur dengan lumpur dengan tujuan agar kondisi gemuk sapi itu bertahan lebih lama.

Akibatnya, saat sapi dibeli oleh peternak, tidak sedikit yang mati, karena air yang masuk ke dalam tubuhnya sudah tidak selayaknya.

"Makanya kami menekankan agar Pemkab Pamekasan memperhatikan hal ini dengan turun tangan secara langsung memantau pasar-pesar hewan yang ada di Pamekasan," kata Khairul Kalam.

Ia lebih lanjut menjelaskan, praktik jual beli tak sehat itu bukan hanya pada jenis hewan sapi, akan tetapi juga pada kambing.

Sebelumnya para peternak sapi di Kecamatan Kadur, Pamekasan, mengeluh adanya praktik jual beli sapi tak sehat oleh oknum pedagang sapi.

Para peternak sapi di wilayah itu merugi hingga puluhan juta rupiah karena sapi-sapi miliknya yang baru dibeli banyak yang mati dan diketahui di dalam perutnya terkandung lumpur. (bn/ant)

No comments:

Post a Comment