Saturday, 2 March 2013

Pertumbuhan Penduduk Sulbar 30.000/tahun


Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Ir.Aladin S Mengga, mengatakan, laju pertumbuhan penduduk di Sulbar tampaknya mulai tak terkendali dengan capaian sekitar 30.000/tahun.


"Perkembangan LPP (laju pertumbuhan penduduk) di Sulbar diatas rata-rata nasional yaitu 2,67 persen. Artinya, penambahan penduduk di daerah ini mencapai angka 30.000/tahun,"kata Aladin S Mengga di Mamuju, Sabtu.


Menurutnya, laju pertambahan penduduk ini tersebar pada lima kabupaten yakni Kabupaten Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Mamuju Utara dan Mamasa.


Penilaian itu kata dia, berdasarkan hasil Survey Penduduk (SP) tahun 2010 yang lalu. Hasilnya, cukup mencengankan karena ternyata kondisi kependudukan tidak mampu terkendali.


"Kita belum mengetahui apa pemicu sehingga laju jumlah penduduk bertambah signifikan. Apakah karena kelahiran yang tak terkendali atau karena faktor lain,"ujar Wagub.


Penambahan laju penduduk di Sulbar ternyata juga berlaku secara nasional bahwa telah terjadi penambahan penduduk dalam rentang waktu 10 tahun terakhir telah terjadi lonjakan penduduk sekitar 30-35 juta jiwa atau setara LPP sekitar 1,49 persen.


Wagub menyampaikan, jika kondisi ini tidak tertangani dengan baik maka ancaman terjadinya 'ledakan penduduk' memungkinkan terjadi. Apabila dibiarkan, maka bangsa ini tentu mengancam meningkatnya angka kemiskinan.


Bukan hanya itu kata dia, penambahan jumlah penduduk yang signifikan akan mengancam terjadinya krisis pangan.


"Makin meningkat jumlah penduduk maka bangsa ini rawan terjadi krisis pangan. Ini yang hendaknya menjadi perhatian agar semua pihak melakukan upaya pengendalian penambahan penduduk termasuk di Sulbar,"terangnya.


Karenanya kata dia, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) selaku ujung tombak agar ikut berperan aktif dalam mendukung suksesnya program Keluarga Berencana (KB).


"Dalam 10 tahun terakhir ini program KB kembali digaungkan. Namun, hasilnya belum signifikan karena ternyatakondisi laju penduduk semakinmengancam bangsa ini,"ungkap Aladin.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment