Sunday, 18 May 2014

PLN Ajak Warga Tidak Percaya Dengan Calo

Manager Pembangkit Listrik Negara (PLN) Cabang Simpang Ampek, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Syahendra mengimbau agar masyarakat tidak percaya kepada calo jika ingin memasukkan listrik ke rumah.

'Untuk menghindari praktek percaloan kami mengingatkan agar masyarakat bisa langsung datang ke kantor PLN jangan melalui orang lain,'katanya di Simpang Ampek, Minggu.

Ia mengatakan, masyarakat juga bisa melalui biro resmi yang ada di Pasaman Barat. Saat ini ada sekitar 40 biro resmi yang terdaftar.

'Mana biro resminya, warga bisa tanyakan langsung ke kantor PLN. Jangan mudah tertipu dengan calo yang ada,'ujarnya.

Ia menyebutkan, keberadaan calo juga membuat nama baik PLN tercemar. Masyarakat tidak memahami jika yang meminta uang dengan jumlah besar adalah calo sehingga PLN juga yang disalahkan.

Ia menjelaskan, saat ini PLN memiliki jumlah pelanggan mencapai 60.800. Jumlah ini merupakan jumlah pelanggan tertinggi yang ada di Sumatera Barat.

Namun, katanya sekitar 3.000 pelanggan tercatat menunggak yang mencapai Rp.900 juta.

'Berbagai alasan mereka sampaikan ketika penagihan. Intinya padalah masih rendahnya kesadaran untuk membayar listrik,'katanya.

Ia mengatakan pelanggan yang menunggak tersebut dari semua kalangan masyarakat termasuk Pemkab Pasaman Barat, Polri dan TNI.

'Tunggakan mereka berfariasi ada yang satu bulan, dua bulan dan tiga bulan,'ujarnya.

Pihaknya mengharapkan kepada pelanggan agar membayar tagihan listriknya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Sehingga seimbang hak dan kewajibannya. Jangan hanya hak saja diminta sementara kewajiban dikesampingkan.

�����Lebih jauh ia katakan, untuk tahun ini pihaknya melakukan program pemangkasan pohon yang dekat dengan tiang atau kabel listrik.

Hal itu, katanya bertujuan untuk mengantisipasi pemadaman listrik akibat gangguan pohon jika ada yang tumbang atau patah akibat angin atau hujan.

'Program ini sudah kita mulai pada Februari ini dengan menyisir semua daerah yang dialiri listrik,'ujarnya.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment