Monday, 19 May 2014

Disdik Telusuri Penyebab Siswa Tak Lulus

dinas pendidikan Kota Malang, Jawa Timur, bakal menelusuri penyebab lima siswa SMA swasta di daerah itu yang tidak lulus ujian nasional 2014.


"Lima siswa yang tidak lulus ini kami beri catatan, artinya akan kami telusuri apa penyebabnya, apakah ketika UN berlangsung mereka sakit atau tiba-tiba mengundurkan diri, ini yang akan kami telusuri lebih lanjut," kata Kepala dinas pendidikan Kota Malang Zubaidah di Malang, Selasa.


Pada 2013, siswa SMA dan sederajat peserta UN lulus 100 persen dan menempati urutan kedua nilai tertinggi UN Jatim, yakni 55,90 dari jurusan IPS. Namun pada 2014 nilai tertinggi 54,65.


Zubaidah mengatakan lima siswa yang tidak lulus UN tersebut juga masih diberi dua opsi, yakni mengikuti kejar paket atau mengulang pembelajaran di kelas yang sama.


Selain akan menelusuri penyebab lima siswa tidak lulus, Disdik juga mengevaluasi permasalahan UN 2014 untuk melihat kelemahan siswa di setiap mata pelajaran dan memperbaiki persiapan UN 2015.


Hanya saja, katanya, evaluasi tersebut baru bisa dilakukan setelah penerimaan peserta didik baru (PPDB).


"Sekarang kami masih sibuk melaksanakan Ujian Sekolah SD dan pengumuman kelulusan UN SMA dan SMP," ujarnya.


Disdik Kota Malang memutuskan pengumuman kelulusan siswa SMA dan sederajat dimulai pukul 14.00 WIB dan disampaikan lewat "website" sekolah atau diberikan lewat surat yang dikirim kurir sekolah.


Cara itu, katanya, untuk menghindari konvoi atau aksi corat-coret pakaian yang selama ini dikeluhkan masyarakat.


Kepala Seksi Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Malang Budiono mengatakan kepala sekolah dan kepolisian juga diminta untuk mengawasi aktivitas siswa selama masa pengumuman.


Bahkan, katanya, polisi juga diperkenankan menindak tegas siswa jika melanggar hukum atau peraturan lalu lintas.


"Kepala sekolah juga tidak boleh lepas tangan atau tanggung jawab apabila nanti ditemukan pelanggaran yang dilakukan siswanya. Oleh karena itu, kami minta kepala sekolah untuk mengawasi siswanya," katanya.


Di Kabupaten Malang, ada tujuh siswa Madrasah Aliyah yang tidak lulus UN, yakni lima siswa dari jurusan IPS dan dua siswa dari jurusan IPA, sedangkan dari jurusan program Bahasa dan Agama lulus 100 persen.


"Tingkat kelulusan seluruh MA di Kabupaten Malang mencapai 99,75 persen dan jumlah siswa yang ikut UN tahun ini juga lebih banyak dibanding tahun lalu," kata Kasi Mapenda Kementerian Agama Kabupaten Malang Muhajir.


Pada 2014, UN tingkat MA diikuti 2.820 siswa dan pada 2013 sebanyak 2.587 siswa.


"Tahun lalu, seluruh peserta UN MA lulus 100 persen," katanya.


Oleh karena ada siswa yang tidak lulus, katanya, seluruh madrasah diminta untuk mengumumkan secara tertutup dan dikirimkan ke alamat masing-masing untuk menjaga perasaan siswa yang tidak lulus di hadapan teman-temannya.(ant/vaa)

No comments:

Post a Comment