Saturday, 2 March 2013

Bantul Berupaya Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Kawasan Bersejarah

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke sejumlah objek bersejarah di daerah itu.

"Saat ini wisatawan mulai banyak berminat mengunjungi objek wisata bersejarah, seperti museum maupun gua, di beberapa daerah mulai ramai, sehingga ini perlu ditingkatkan," kata kepala seksi sejarah purbakala Disbudpar Kabupaten Bantul Joko Nur Edi Purnomo di Bantul, Jumat.

Ia mengatakan di Bantul terdapat kawasan bersejarah yang biasa disebut Kawasan dan Bangunan/Benda Cagar Budaya (KCB/BCB), akan tetapi diakui kurang peminat karena tren wisatawan yang lebih berminat baik ke pantai maupun objek alam lainnya.

Akan tetapi, kata dia, saat ini tren wisatawan sudah mulai bergerak ke arah objek-objek wisata bersejarah tersebut.

Bahkan, pihaknya optimistis BCB/KCB di daerah itu akan menjadi pilihan wisatawan seiring perkembangan ke depan.

Terkait hal itu, pihaknya mulai menyiapkan berbagai BCB/KCB di daerah tersebut untuk menyambut kemungkinan minat wisatawan tersebut, dengan salah satu upaya yaitu pemberdayaan masyarakat sekitar.

"Mayarakat diarahkan untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan BCB/KCB yang dimiliki, bisa dengan merti dusun maupun memperkenalkan desa wisata budaya, dan itu mulai banyak," katanya.

Disinggung tentang kondisi BCB/KCB yang banyak dan tidak terawat, ia mengatakan hal itu bisa terjadi selain karena luasan benda yang sulit dijangkau oleh petugas perawatan juga karena minimnya biaya perawatan.

Ia mengatakan perawatan memang ditanggung pribadi atau pihak desa yang menggantungkan pendapatan dari pengunjung.

Namun, katanya, karena bantuan dana dari dinas dan pengunjung yang sedikit membuat perawatan hingga pengembangan sarana masih minim.

"Selain karena luasnya seperti rumah joglo itu, kadang ahli waris juga kesusahan merawat. Sementara kalau yang situs itu swadaya desa, dari kami tidak ada, paling hanya bantuan keringanan pajak, atau mereka mengajukan melalui musrembag desa," katanya.

Staf Seksi Promosi dan Bimbingan Wisata Bidang Pemasaran dan Kemitraan Disbudpar Kabupaten Bantul Karman mengatakan dalam promosi pariwisata pihaknya tidak pernah meninggalkan kawasan BCB/KCB atau mengeluarkan dari daftar objek wisata yang dipromosikan.

"Objek wisata bersejarah yang ada tetap masuk dalam daftar promosi yang dilakukan dan tetap kami tawarkan kepada wisatawan, tetapi kami tidak bisa memaksa minat wisatawan," katanya.

Selain promosi, pihaknya juga melakukan pembinaan sumber daya manusia dan monitoring lomba-lomba kesenian dan tradisional sebagai upaya meningkatkan rasa cinta terhadap BCB/KCB.

"Kami ada paket wisata untuk mengajak 'muter-muter' atau lawatan sejarah ke BCB dan KCB yang memang layak untuk dipromosikan, jadi saat ini arahnya untuk peningkatan kunjungan wisatawan," katanya.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment