Saturday, 2 March 2013

Bertindak Asusila, Jokowi Minta Wakepsek SMAN 22 Dinonaktifkan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi meminta Dinas Pendidikan setempat segera menonaktifkan Wakil Kepala Sekolah SMAN 22 Jakarta dari jabatannya.

"Saya sudah perintahkan langsung kepada Dinas Pendidikan agar Wakepsek SMAN 22 segera dinonaktifkan, dilepas dari jabatan Wakepsek dan guru," kata Jokowi di Jakarta, Jumat.

Jokowi juga meminta Dinas Pendidikan DKI segera menindaklanjuti kasus yang melibatkan wakepsek tersebut dan mengambil langkah antisipasi sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi.

"Kalau untuk perlindungan korban, belum ada langkah yang saya ambil karena saya masih harus konsultasikan dulu dengan psikolog dan masyarakat. Namun, yang paling penting, kasus ini diselesaikan terlebih dulu," ujar Jokowi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan telah meminta Kepala Sekolah SMAN 22 Jakarta untuk menonaktifkan wakilnya.

"Kepala Sekolah SMAN 22 Jakarta sudah kami panggil. Kemudian, kami perintahkan untuk menonaktifkan wakepseknya, terhitung mulai hari ini, Jumat, 1 Maret," tutur Taufik.

Taufik berharap wakepsek tersebut menjalani seluruh proses hukum dengan baik setelah dinonaktifkan dan dibebastugaskan dari kewajibannya di sekolah.

Taufik mengaku menyayangkan peristiwa tersebut. Tindakan wakepsek itu bukan merupakan contoh yang baik dalam dunia pendidikan.

Tindakan asusila yang dilakukan Wakepsek SMAN 22 yang berinisial T (46) baru terungkap setelah siswi berinisial MA (17) yang menjadi korban menceritakannya kepada salah satu guru di sekolah tersebut, dan guru itu kemudian melaporkannya kepada pihak berwajib. (ant/as)

No comments:

Post a Comment