Saturday, 2 March 2013

Sleman Kembali Intensifkan Monitoring Jentik

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali mengintensifkan pemantauan perkembangbiakan jentik nyamuk untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue.

"Gerakan Jumat Bersih kembali digiatkan dengan pemantauan jentik. Pemantauan kali ini (1/3) dilakukan di Dusun Gentingan, Desa Sidoagung, Kecamatan Godean," kata Kepala Bidang Pencegahan Pembrantasan dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaaten Sleman Cahya Purnama di Sleman, Jumat.

Ia mengatakan pemantauan dilakukan tim yang terdiri atas personel Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Bappeda, TP PKK, Bagian Kesra, Kodim, dan juru pemantau jentik (jumantik) dalam bentuk Tim Pokjanal Kabupaten Sleman.

"Di Dusun Gentingan, Sidoagung, Godean juga terdapat Satgas Kancil yaitu Satuan Tugas Kader Andalan Kecil Puskesmas Godean Satu (Pusgosa)," katanya.

Ia mengatakan penyakit DBD adalah penyakit menular vector nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Penyakit itu, katanya, penyakit menular endemis dan dalam waktu cepat dapat menimbulkan kematian jika penderitanya tidak mendapat penanganan secara cepat.

"Di Kabupaten Sleman pengendalian penyakit DBD masih menjadi prioritas penanganan karena menyebar di 17 kecamatan yang ada," katanya.

Cahya mengatakan di Dusun Gentingan, Sidoagung, Godean setelah diperiksa didapati banyak jentik, seperti di bak mandi, bekas-bekas kaleng yang ada airnya, apalagi di comberan air dari pemandian.

"Dusun Gentingan, Sidoagung, Godean angka bebas jentik (ABJ) masih rendah yaitu 75 persen, idealnya ABJ di atas 95 persen," katanya.

Ia mengharapkan warga melaksanakan bersih lingkungan setiap Jumat dengan melakukan gerakan 3M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur sehingga tidak ada genangan air yang terlihat, karena genangan air sedikitpun bisa untuk berkembang biak nyamuk DBD.

"Pemantauan jentik ini digencarkan di awal tahun dan akhir tahun, yaknipada awal musim hujan di awal tahun dan akhir tahun seperti ini. Yang penting dari perangkat-perangkat desa terus menerus bersama masyarakat untuk memberikan kesadaran bagaimana menjaga jangan sampai nyamuk DBD bisa berkembangbiak," katanya.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment