Saturday, 2 March 2013

Batam Harus Ubah Pola Pikir Untuk Berkompetisi

Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Mustofa Widjaya mengajak jajarannya mengubah pola pikir seiring dengan perubahan landasan hukum badan itu agar mampu berkompetisi.

Ia mengatakan di Batam, Kamis, perubahan pola pikir dibutuhkan Batam dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi dengan kawasan sejenis di Asia Pasifik.

BP Batam menyelenggarakan seminar Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Sistem Pengelolaan Kawasan Batam, Kamis, untuk mempercepat perubahan.

"BP Batam menyambut baik terselenggaranya seminar ini dengan harapan akan mendorong perubahan pola pikir lama menjadi pola pikir yang lebih maju agar siap bersaing memanfaatkan peluang dan mampu berkompetisi dengan kawasan sejenis di Asia Pasifik," kata Mustofa.

Ia juga mengajak seluruh pejabat di lingkungan BP Batam saling bertukar pikiran, pendapat dan memberikan masukan positif demi kemajuan Kota Batam sebagai kawasan FTZ.� Kepala BP mengatakan perubahan Otorita Batam menjadi Badan Pengusahaan Batam harus dipahami. Jika dulu OB lahir dari Kepres, maka kini BP Batam merupakan lembaga pemerintah nonstruktural.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan dalam menghadapi dinamika globalisasi, sistem manajemen kawasan BBK memerlukan "continuous improvement".

Kemajuan yang berkelanjutan itu, kata dia, dilakukan dengan upaya peningkatan efisiensi pengaturan bisnis internasional maupun efektivitas pelayanan publik termasuk kebijakan peraturan perundangannya.� "Dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2008 tentang Dewan Nasional KPBPB, maka sistem pengelolaan kawasan Batam menjadi kompleks, sehingga memerlukan upaya penyelarasan manajerial melalui tahapan manajemen perubahan yang terstruktur dan terprogram secara efektif dan minim konflik," kata dia.� Seminar itu diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan yang timbul dari organisasi dan manajemen otoritas Batam dalam proses penyelarasan dengan Pemerintah Daerah, kata dia.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment