Saturday, 2 March 2013

Kotabaru Perbanyak Bangun Rumah Pintar Di Kecamatan

Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, berencana memperbanyak membangun rumah pintar di kecamatan, untuk mendorong masyarakat mengenal teknologi dan informasi.

"Jika memungkinkan rencana pembangunan rumah pinter itu lebib cepat lebih baik," kata Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani, di Kotabaru, Kamis.

Karena selama ini, ujar Irhami, "Bumi Saijaan" Kotabaru baru memiliki beberapa bangunan rumah pintar.

Menurut dia, karena peran dan fungsinya sangatlah besar, sehingga rumah pintar ini di Kotabaru perlu ditambah.

Salah satu tujuan dibangunnya rumah pintar adalah mendorong penutasan buta aksara, memperkenalkan informasi dan teknologi kepada masyarakat sejak dini.

Keberadaan rumah pintar juga mampu menjadi sarana untuk pengembangan potensi yang dimiliki anak secara optimal, sehingga sianak akan dapat menjadi generasi yang berkualitas di masa mendatang.

rumah pintar juga hendaknya bisa menjadi tempat para anak-anak dan generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreatifitasnya.

"Dari rumah pintar, diharapkan lahir generasi-generasi muda yang cerdas dan terampil sehingga dapat membawa kemajuan khususnya di kabupaten kotabaru di masa akan datang," harapnya.

Agar keberadaan rumah pintar benar-benar memberikan dampok positif bagi masyarakat, khususnya bagi anak usia sekolah.

Maka bangunan rumah pintar haruslah lebih bersih dan memiliki sarana sanitasi yang baik, lingkungan yang baik, dan membuat penghuninya nyaman dan merasa aman.

rumah pintar juga bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi juga bisa menjadi tanggungjawab semua pihak, termasuk lembaga swasta.

Belum lama ini, Bupati Kotabaru meninjau rumah pintar yang dibangun perusahaan group perkebunan kelapa sawit PT Smart di Kecamatan Kelumpang Hilir.

"rumah pintar di Kelumpang Hilir tersebut hasil kerjasam antara pemerintah daerah dan PT Smart," ucapnya.

Sebelumnya, H Syafrin Masrin saat menjabat Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotabaru mengatakan Kotabaru membangun rumah untuk persinggahan bagi masyarakat terlantar.

"Untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung dan tidak mempunyai tempat tinggal, pemerintah daerah segera membangun rumah singgah," imbuhnya.

Rumah singgah tersebut dibangun dengan menggunakan dana APBD yang dilakukan secara dua tahap.

"Ini merupakan bangunan yang pertama di Kabupaten Kotabaru dan belum dimiliki oleh kabupaten lain di Kalimantan Selatan," ujarnya.

Karena banyaknya masyarakat terlantar yang berkeliaran di Kotabaru, sehingga Pemkab melalui Disnakertrans berinisiatif membangun rumah persinggahan untuk menampung mereka.

"Dengan dibangunnya rumah persinggahan itu, diharapkan mampu mengurangi jumlah masyarakat terlantar yang ada di Kotabaru," katanya.

Disnakertrans akan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) untuk mengadakan rajia terhadap masyarakat terlantar.

Mayarakat yang terjaring akan ditampung di rumah persinggahan untuk beberapa hari, sebelum dikirim ke Provinsi.

Masyarakat terlantar tersebut diantaranya, orang gila, jompo, tidak punya keluarga, Pekerja Seks Komersial (PSK), anak yatim piatu, dan lainnya.

Di provinsi masyarakat tersebut akan dirawat, dibimbing, dan kemudian akan diberikan keterampilan sehingga mereka dapat menyalurkan bakatnya, imbuhnya.

Dia menambahkan, hal tersebut dilakukan karena Kotabaru belum memiliki rumah atau penampungan untuk melakukan rehabilitasi dan keterampilan, terangnya.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment