Saturday, 2 March 2013

BRT-Trans-semarang Manfaatkan ATCS

bus rapid transit (BRT) Trans-Semarang akan memanfaatkan sistem kendali lalu lintas kendaraan atau auto traffic control system (ATCS) untuk memberikan pelayanan secara optiomal kepada penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang Agus Harmunanto di Semarang, Jumat, mengatakan pada tahap awal ATCS tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu BRT Trans-Semarang koridor pertama dengan rute Penggaron-Mangkang.

"Nanti akan dikondisikan BRT tidak akan terlalu lama menunggu di persimpangan, karena lalu lintas dapat dikendalikan dari kantor," katanya.

Hingga saat ini, di Kota Semarang baru ada enam persimpangan yang sudah diatur dengan ATCS, yakni di kawasan Tugu Muda, Jalan Pandanaran (Eka Karya), Thamrin, Erlangga, Bangkong, dan Milo.

"Tahun ini kami sudah mengajukan permohonan ke kementerian terkait agar dapat membantu Kota Semarang untuk pengadaan tambahan ATCS," kata Harmunanto.

Pada kesempatan terpisah, pengamat transportasi Universitas Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan bahwa ATCS hanya untuk mengatur rambu-rambu lalu lintas antarpersimpangan.

ATCS, katanya, dapat dikembangkan menjadi intelligent transportation system (ITS) yang dapat memantau posisi bus.

"ITS dapat memantau posisi bus dan bisa menjadikan bus sebagai prioritas. Begitu bus berada dalam jarak 100 meter, rambu lalu lintas akan menjadi hijau dan bus akan selalu jalan terus di setiap persimpangan. ITS sudah diterapkan di Kota Surakarta," katanya.

Penerapan ITS tersebut akan sangat menguntungkan penumpang bus dan waktu antar-shelter akan dapat terpantau.

Ia mengemukakan langkah tersebut akan menjadi "magnet" masyarakat untuk beralih ke transportasi massal.

Untuk dapat mengatur ITS tersebut, kata Joko, seluruh persimpangan harus diatur secara ITS, sedangkan Kota Semarangberpotensi menerapkan sistem tersebut.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment