Wakil Wali Kota (Wawako) Pangkalpinang, Malikul Amjad menyatakan, di daerahnya hingga kini masih minim pusat informasi wisata.
"Oleh sebab itu, seharusnya pusat informasi wisata di kota kita tambah, kalau bisa di setiap sudut tempat rekreasi ada," kata Wawako Malikul saat menghadiri peresmian gedung tourism information center di kantor Disbudpora Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, Kota Pangkalpinang kini hanya memiliki empat pusat informasi yakni di tourism information center di kantor Disbudpora, di Bandara Depati Amir, dan dua di Pantai Pasir Padi.
"Dengan banyaknya pusat informasi, maka wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pangkalpinang tidak akan kesulitan lagi jika ingin mengunjungi destinasi wisata, selain itu, saya kira itu dapat memperlama masa tinggal mereka," kata Malikul.
Semakin lama wisatawan tinggal di Pangkalpinang, kata Malikul, semakin banyak pula uang yang mereka keluarkan di kota bersejarah tersebut.
"Dengan demikian, sektor pariwisata akan lebih banyak lagi menyumbang pendapatan bagi daerah," katanya.
Malikul menyatakan, ke depan, Pangkalpinang direncanakan untuk menjadi kota pariwisata, selain menjadi kota pusat perdagangan dan jasa.
"Oleh sebab itu, saya sangat mengapresiasi inisiatif Disbudpora untuk membuka dan memberdayakan gedung pusat informasi ini karena akan membantu pengembangan wisata di daerah kita," katanya.
Gedung tourism information center yang dibangun tepat di sebelah kantor Disbudpora Pangkalpinang pada 2011 tersebut dilengkapi dengan peralatan canggih yakni seperangkat komputer berlayar sentuh.
"Komputer tersebut berisi mengenai informasi objek-objek wisata di semua jalur destinasi wisata daerah Pangkalpinang juga informasi tentang akomodasi dan segala hal yang diperlukan oleh wisatawan," kata Kepala Disbudpora Pangkalpinang, Akhmad Elvian.
Elvian menegaskan, segala informasi yang didapat di UPT pusat informasi wisata tersebut gratis dan bertujuan membantu wisatawan dalam memudahkan kunjungannya ke Pangkalpinang.
Selain itu, dalam gedung tersebut juga terdapat ruang pameran mini hasil kerajinan tradisional asli Pangkalpinang seperti tenun cual dan kerajinan kerang.(ant/rd)
No comments:
Post a Comment