Sedikitnya lima kecamatan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, rawan terjadi bencana banjir karena daerah itu berada di dataran rendah dan di pinggiran sungai.
"Kelima kecamatan yang rawan terjadi banjir tersebut, yakni Mentaya Hilir Selatan, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Mentaya Hulu dan Kecamatan Tualan Hulu," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBPD) Kabupaten Kotim Sanggol Lumban Gaol di Sampit, Kamis.
Masyarakat yang tinggal di daerah lima kecamatan tersebut diimbau berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta selalu bersiaga akan datangnya bencana banjir.
Secara umum, status Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini telah ditetapkan siaga banjir, hal itu menyusul adanya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Haji Asan Sampit, curah hujan akan terus terjadi hingga akhir Februari 2013 nanti dalam intensitas sedang dan tinggi.
Curah hujan yang sedang dan tinggi tersebut dapat menimbulkan banjir untuk itu masyarakat diimbau selalu waspada.
Sebagai langkah antisipasi awal, pihak BPBPD telah mengirim surat pemberitahuan kepada camat yang selanjutnya menyampaikan kepada seluruh lurah dan kepala desa di daerah tersebut, hal itu dilakukan agar mereka dapat lebih waspada.
Selain memberikan imbauan, BPBD Kabupaten Kotim juga masih melakukan pendataan dan pemetaan wilayah rawan banjir, sebab selain lima wilayah kecamatan diperkirakan masih ada daerah lain yang juga rawan terjadi bencana banjir.
Menurut Sanggol, dengan dilakukan pemetaan wilayah rawan banjir diharapkan nantinya dapat mempermudah penanganan jika terjadi bencana.
"BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur masih belum dapat berbuat banyak, karena baru terbentuk sehingga masih kekurangan personel, untuk itu, kepada camat, lurah dan kepala desa diminta proaktif membantu BPBD," katanya.
Meski baru terbentuk dan kurang personel, BPBD akan berupaya semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Sekadar diketahui, sejumlah daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya yang berada di sepanjang pinggiran Sungai Mentaya, merupakan kawasan rawan banjir. Tidak hanya itu, pusat Kota Sampit yang menjadi ibu kota kabupaten juga sering direndam banjir saat hujan deras akibat kurang maksimalnya fungsi drainase.(ant/rd)
No comments:
Post a Comment