Wednesday, 6 February 2013

Kualitas Air Desa Jambu Raya Memprihatinkan

Kualitas air di kawasan Desa Jambu Raya, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, berdasarkan penelitian ternyata sudah tidak sehat lagi.


Kandungan bakteri e-coli di sungai Desa Jambu Raya yang seharusnya hanya 200 ppm ternyata melebihi dari ambang batas tersebut, kata Ketua PKK Kabupaten Banjar, Hj Raudatul Jannah saat mengunjungi desa yang berdekatan dengan Kota Banjarmasin tersebut, demikian rilis Pemkab banjar disampaikan kepada ANTARA, Rabu.


Tingginya tingkat pencemaran bakteri e-coli lantaran masih banyak warga yang membuat jamban di sungai, atau tinja larut ke sungai.


Desa Jambu Raya dikunjungi karena termasuk desa binaan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa di kawasan tersebut.


Hj Raudatul Jannah mengatakan pemerintah akan membantu masyarakat untuk mendirikan "septic tank" humonal agar masyarakat Desa Jambu Raya menghindari penggunaan air sungai Khususnya untuk kebutuhan rumah tangga.


Ia juga mengatakan akan berusaha meningkatkan kualitas dan memberikan bantuan pendidikan kepada masyarakat desa jambu Raya yang memiliki sekitar tujuh persen penduduknya buta aksara dari jumlah penduduk di desa tersebut.


Peninjauan ke Desa Jambu Raya juga diiikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Ir H Nasrunsyah, Ketua Darma wanita Kabupaten Banjar Ibu Budiarti, Kepala BPMPD Drs.Zainudin , Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Safrin Noor,SH , Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar GT Ruspanoor , dan Kepala BLH Kabupaten Banjar Drs Sufian AH.


Menurut Hj Raudatul Jannah meskipun Desa Jambu Raya merupakan Desa terujung di Kecamatan Beruntung Baru, diharapkan mampu bersaing dengan Desa dan kelurahan lainnya yang ada di Kab Banjar apalagi Kecamatan Beruntung Baru ini berbatasan langsung dengan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Kota Banjarmasin.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment