Tuesday, 19 February 2013

Mukomuko Beri Subsidi Untuk Pesawat

Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, kembali memberikan subsidi atau potongan harga untuk pesawat yang akan beroperasi di bandara daerah itu pada 2013.

"Tanggal 23 Februari 2013 subsidi maskapai susi air berakhir dan pemberian subsidi untuk pesawat masih berlanjut, namun belum tahu maskapai yang akan terbang di bandara daerah ini, dan sekarang itu tahap tender di unit layanan pelelangan (ULP)," kata Kabid Laut dan Udara Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishubkom) Kabupaten Mukomuko, Sahbani, di Mukomuko, Selasa.

Ia mengatakan, subsidi untuk empat kursi pesawat sekarang itu tidak lagi dibawah atau ditangani oleh Badan usaha Milik Daerah (BUMD) tetapi menjadi kegiatan instansi itu.

Ia menyebutkan, sebesar Rp1,9 miliar anggaran yang disiapkan dalam APBD setempat untuk mensubsidi empat kursi di pesawat dengan harga Rp400.000 per sit dari harga standar Rp600.000 per sit.

Sedangkan rincian dari dana subsidi untuk pesawat itu kata dia, setiap satu kali penerbangan, dikeluarkan dana untuk membeli empat kursi di pesawat sebesar Rp1,2 juta.

Jika dalam satu hari ada dua kali kegiatan penerbangan dengan tujuan dari bandara daerah itu ke Bandara Fatmawati begitu juga ke Bandara Internasional Minang Kabau (BIM), sebutnya, maka biaya subsidi untuk satu hari itu sebesar Rp2,4 juta.

"Dengan mengunakan dana itu ada empat kali dalam satu minggu aktivitas penerbangan di bandara daerah ini," katanya.

Selain itu, kata dia, pemakaian dana kegiatan itu tidak terbatas, artinya bisa tidak sampai satu tahun atau berlebih sampai tahun 2014, tergantung dengan jumlah penumpang dari bandara daerah itu.

Karena, lanjutnya, semakin banyak penumpang pesawat setiap hari, maka subsidi dari pemerintah setempat juga menjadi berkurang.

Untuk itu, kata dia, pihaknya masih mengupayakan agar ongkos pesawat khusus subsidi dapat dikurangi dari Rp400.000 menjadi Rp300.000 per sit.

"Kalau ongkosnya Rp400.000 per sit subsidinya dikeluarkan hanya Rp200.000 per sit, namun harga itu terlalu mahal sehingga mengurangi jumlah penumpang, akan tetapi jika ditetapkan tarif Rp300.000 per sit, memang subsidi lebih besar Rp300.000 per sit, tetapi dampaknya penumpang lebih banyak," katanya.

Namun, pihaknya masih akan membahas kembali dalam rapat soal ongkos pesawat yang disubsidi tersebut.(ant/rd)

1 comment:

  1. Masalah utama bukan soal subsidi. Tetapi yang harus dikembangkan adalah, apayang harus disiapkan oleh Pemda, agar menarik masyarakat luar Mukomuko untuk datang dan atau memilih transit di Mukomuko.
    Misalnya pengembangan tempat wisata. Pembangunan Rest Area yang lengkap dan luas. dan dilengkapi dengan klinik kecil, ATM, salon dan pangkas rambut, masase listrik, mini supermarket, pom bensin, KFC dll. Sehingga kesan orang yang datang ke Mukomukoitu menjadikan Mukomuko menjadi menarik
    Terima kasih

    Heru Kusumanto

    ReplyDelete