Tuesday, 19 February 2013

Bantuan Rumah Layak Huni Di Solo

Besaran bantuan rumah tidak layak huni dan kurang layak huni di Kota Solo, Jawa Tengah tahun ini diupaya naik dibandingkan sebelumnya yang mencapai sebesar Rp2,5 juta per unit rumah.

Sebanyak 3.161 rumah di Kota Solo menjadi sasaran rehabilitasi rumah tidak layak huni dan kurang layak huni, kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan daerah (Bappeda) Pemkot Surakarta, Anung Indro Susanto kepada wartawan di Solo, Selasa.

Ia mengatakan, sebanyak 3.161 rumah yang menjadi sasaran rehabilitasi tersebut terdiri dari 180 rumah tidak layak dan 2.981 rumah kurang layak. Hal ini merupakan hasil pendataan terhadap kondisi hunian warga pada tahun 2006 - 2012.

Dikatakan, dalam rentang masa pendataan itu, Bappeda mencatat 6.600 rumah menjadi sasaran rehabilitasi. Adapun program rehabilitasi telah menyentuh 60 persen total sasaran melalui pemberian dana stimulan Rp2,5 juta per rumah. Sebanyak 40 persen sisanya atau sekitar 3.000 rumah perlu diverifikasi guna menentukan kategori hunian layak.

Anung mengatakan, penentuan itu didasari tujuh kriteria antara lain luas atap, jenis dinding, sumber air minum, penerangan utama, dan ketersediaan tempat pembuangan limbah.

Lebih lanjut dikatakannya, bantuan rehabilitasi 3.161 rumah direncanakan tahun 2014 sekaligus untuk menentukan besaran bantuan.

"Hasil inventarisasi tahun 2013 baru keluar. Sehingga eksekusi pemberian bantuan tahun depan. Nilai indeks bantuan akan ditingkatkan dari besaran program rehabilitasi rumah tidak layak huni sebelumnya yaitu Rp2,5 juta per rumah," katanya.

Pengelolaan dana stimulan dipegang kelompok kerja (Pokja) di masing-masing kelurahan. Penerima manfaat menggunakan dana hibah itu sesuai jatah yang telah dibakuan.

"Sumber dana dari APBD dan CSR. Untuk itu perencanaan harus dimatangkan tahun ini sebagai modal pelaksanaan tahun depan. Satu diantaranya memasang prioritas bantuan terhadap pemilik rumah bersertifikat tanah hak milik," katanya.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment